Langsung ke konten utama

Postingan

Kata Siapa Menulis Itu Sulit?

"Ayo Kita Nulis"

Kata siapa menulis itu sulit? Pasti kata orang yang nggak bisa nulis. Tapi setiap orang bisa menulis. Mereka hanya perlu satu, terus belajar untuk menulis. Kalau memang keinginan kita sudah bulat untuk bisa menulis, tidak akan kita merasa susah untuk terus mempelajarinya.

Hanya ada dua alasan yang mungkin membuat kita merasa sulit untuk menulis. Pertama, niat kita hanya sebatas niat tanpa mau usaha. Jika begitu, maka ingatlah,
Postingan terbaru

Ingin Jadi Penulis? Pahami Dulu Hal Ini.

"Belajar Menulis" Hal pertama yang harus diperhatikan jika ingin belajar menulis adalah memahami apa itu menulis. Mungkin bagi sebagian orang tidak akan peduli dengan makna menulis itu sendiri. Tapi saya sarankan, pahamilah arti menulis itu sendiri, terlebih dahulu.
Jangan lihat mereka, penulis-penulis terkenal, yang telah menerbitkan buku-buku mega best seller. Bagi kita yang baru akan memulai untuk menulis, pahamilah dulu maknanya. Bermimpi boleh, tapi jangan berlarut-larut dalam angan. Ingat,
"Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, senang kemudian."
Namun jangan salah artikan kalimat di atas dengan: untuk memperoleh bahagia, kita harus sakit terlebih dahulu. Tentu sangat beda dengan itu. Kita semua pasti ingin bahagia, dan tanpa harus bersakit-sakit, bersedih-sedih dahulu. Tapi, tengok kenyatannya.
Sudah saya katakan tadi. Berangan boleh tapi jangan berlarut-learut. Kita harus pahami realitas di lapangan. Kebahagian tidak ak…

Ssttt! Baca saja, Jangan Sebarkan!

"Dari Siul Jadi Sial" Oleh: y.d.krisdiantoro
Hussss! Perhatikan ini sebentar. Kemarin, Sinyo udah aku bilangin. Eh, dia malah nantang. Dasar itu anak. Mampus! Kena sendiri kan sialnya.

Kemarin aku cerita ke Sinyo, tentang sebuah dongeng dari desaku. Nggak begitu nakutin, cuma tentang siul. Mana coba seremnya?

"Kamu jangan nekat-nekat deh! Jangan berani coba-coba kalo takut!" Aku sudah memperingatkannya.

"Allllaaa... siapa takut? Masa gitu aja kamu takut. Itu kan cuma dongeng. Nih ya, aku siul."

"Aku sih bukannya takut, tapi mawas diri. Percaya gituan kan nggak boleh. Kamu ati-ati aja ya. Ini udah maghrib. Sholat aja yuk cepet, terus pulang sana jangan kemaleman." Balasku tidak peduli dengan kelakuannya.

Sebenarnya, aku juga tidak yakin jika siul di waktu tanggung bener bakalan manggil setan. Lagian, setan nggak usah dipanggil juga selalu ada di dekat kita.

Tapi cerita Sinyo pagi ini buat aku ngakak. Dia cerita, semaleman dia nggak bisa tidur nye…

[Ceritaku] Acer Switch Alpha 12: Penunjang Aktivitas dan Hobi

Assalamualaikum! Curhat lagi teman-teman. Kali ini tentang hobiku. Hobi ini belum lama aku geluti. Awalnya tidak sengaja, karena aku berhasil menang dalam sebuah lomba menulis essay nasional. Wah, bayangkan coba. Bagi seorang “aku” yang cuma mampu curhat di blog pribadi, tidak sengaja menang lomba nulis se-nasional. Gila kan? Ya, meski nyatanya cuma jadi finalis saja sih. Tapi berkat itu, aku jadi punya hobi yang lebih berguna bagi kehidupanku, selain dengerin musik sama curhat di blog pribadi. Aku mulai belajar, sedikit-demi sedikit, memahami, melakukan, dan berulang kali mencoba untuk menulis. Intuisiku berbisik, sepertinya menulis bukanlah hobi biasa. Aku harus mengembangkannya. Begitulah kira-kira awal mula aku punya hobi nulis. Dalam menulis, aku sadar. Harus ada banyak hal yang bisa menunjang kegiatan ini. Apa saja? Banyak! Ada pikiran, yang harus kita kondisikan untuk bisa menulis secara rutin agar tulisan terus meningkat kualitasnya. Ada mental pantang menyerah, berani dikritik…

Acungkan Jempol untuk Warga Kolong, Bojonegoro. Sudahkah Kita Meneladani?

The highest result of education is tolerance Hasil tertinggi pendidikan adalah toleransi Hellen Keller Kenapa toleransi?

Toleransi juga sering disebut sifat menghormati perbedaan. Perbedaan pasti tercipta di dunia ini, karena memang diciptakan berbeda-beda setiap sesuatunya oleh Sang Pencipta. Dan sudah seharusnya kita saling menghargai perbedaan itu. Benar?
Perbedaan juga merupakan suatu hak seseorang. Di sisi lain, muncul kewajiban seseorang yaitu untuk menghormati dan menghargai hak orang lain. Itulah yang sering kita sebut sebagai Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kewajiban Asasi Manusia.
HAM sendiri, telah diatur dalam Undang-Undang di negara kita, Indonesia. Diantaranya UU No.39 tahun 1999 tentang HAM, UU No.26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, atau peraturan lainnya. Tapi masih ingatkah kita?
Peraturan-peraturan itu semua berasal dari satu sumber, yaitu Pancasila.   Benar! Pancasila, dasar negara kita. Dari kelima sila, ternyata semuanya mengandung sesuatu yang kita sebut dengan H…

Pertanyaan Simpel Tapi Menyulitkan, Apa Jawabanmu?

Assalamualaikum teman-teman!
Apa kabar setelah satu minggu lebih aku nggak posting, masih gila? Eh, masih waras kan? Hehe. Aduh, malah terkesan nggak waras neh. Yaudah-yaudah, semoga sehat-sehat aja ya.
Aku kembali dengan curhatan baru. Masih sama seperti sebelum-sebelumnya. Curhatan anak kos yang hidup menua di sekolahan. Giamana nggak? Kamar kos itu udah kayak peti matinya VAMPIR kalo siang. Cuma buat tidur, sisanya? Begitulah. Teman-teman tahu, kan sudah aku telepati. PLAK!

Anak-anak kos yang sibuk-sibuk seperti aku ini emang suka banyak pertanyaan. Setuju? Kita-kita ini bahkan lebih sibuk dari para artis di panggung sandiwara sana. Cuma bedanya, anak kos nggak munafik, nggak bermuka dua, nggak nyari-nyari perhatian Cuma buat terkenal, nggak nikah-cerai berulang-ulang supaya naik daun. Eh, yakali anak sekolahan mau nikah-cerai. Ngapain sekolah? Nah, salah satu pertanyaan yang aku dapatkan itu, Eh, kamu anak kos. Sakit gitu, kenapa nggak pulang? Dug! Dug! Dug! Waktu denger itu pert…

[Pandangan] Kacamataku Menatap Produksi Generasi Muda Penerus Bangsa

Assalamualaikum teman-teman! [Intro kali ini sedikit banyak, tapi tolong baca sampai selesai] Tulisanku kali ini tidak jauh beda dengan tulisan-tulisan sebelumnya. Sedikit curhat tentang kehidupanku yang biasa-biasa aja. Mungkin teman-teman mulai bosan mendengar curhatanku, tapi, yah itulah aku. Kalau memang teman-teman tidak suka mendengarkan, baca saja ya. Lagian curhatanku dalam bentuk tulisan—plak!
Oke, langsung saja. Curahatan kali ini tentang sekolahku—lagi. Jangan ngelah gitu dong, aku kan masih pelajar. Meskipun jarang belajar—eh jadi buka aib kan. Jadi pantes kalau aku banyak cerita dunia anak sekolahan. Yuk mulai aja.
Begini, jadi di sekolahku itu, sekolahku, apa yah? Lupa deh mau nulis apa. Langsung ke bagian ini aja deh. Jadi, aku ini anak kos sekaligus pelajar SMA. Ya, anak kos yang merantau untuk menuntut ilmu—padahal ilmu tidak pernah jahat sama aku. Tapi begitulah ceritanya. Aku mulai menjadi anak kos dua, hampir tiga tahun ini. Benar, aku sekarang sudah di ujung ta…